5/26/2010

karena kalian, CORO

2 hari lagi sebelum tes kenaikan kelas….

Hari ini hari terakhir kebersamaan kami anak CORO alias sepuluh loro alias x2 nation. Tapi ini akhir yg bahagia. Very very very Hepi ending,,,,

Hari ini 26 Mei 2010. KBM berjalan layaknya hari2 biasa. Tapi pagi yang tenang mulai gaduh pas Hisan, anak paling lebay di kelas meworo2kan kalo nanti pulang sekola kita mau poto2. Yang laki ternyata pada antusias….hm, emang anak coro pada banci kamera.

Jam terus berputar, tibalah jam pelajaran b.indo yang ngenyeli n mboseni. Uda hari terakhir KBM masi aja guru kita bu Rianti ngasi tugas seabrek. Padahal anak2 pada blm ngrampungke tgas2 yang dulu. Hm, akhirnya malah pada poto2 gaceto di blakang kelas yang emang masi tersisa banyak tempat longgar. Bu Rianti pun marah. Tapi apa yang trjadi kemudian?! Angin seolah berlalu begitu saja, bu Rianti menggonggong, anak2 tetap berlalu. Asyik dg kamera milik ketua RT kita, Gabriel atw yang sering dipanggil Geby. Bahkan dengan pedenya menyorot bu Rianti sampe zoomnya ngepol….dasar….

Habis jamnya bu Rianti, kita sholat zuhur di mesjid At-Taqwa. Aku menyebutnya mesjid merah, cos warnanya emang merah n I like red.

habis sholat, kita gotong royong mbenah2 kelas n nyapu2 sambil poto2. Alhasil kelas paling podjok yang sumpek itu makin sumpek rasanya. Debu2 bterbangan, sampah di mana2, n anak2 beradu pengen nampang muka di kamera. 2 orang tukang sapu lama2 emosi juga api akhire io pada nggabung ikut bernarsis2 ria.

Stelah kelas bersih, meja2 n kursinya juga rapi, kita duduk. Bareng2 di atas meja buat ndengerin pesan2 (bukan iklan…) dari orang2 terkenal di kelas coro. Giliran pertama, Gabriel. Ketua RT yang gede badannya. Pidatonya singkat n to the point bgt.
Giliran berikutnya Latipeh alias Abdul Latip untuk memberikan sepatah dua patah kata buat kami semua. Ini cuplikannya.

“temen2, saya minta map kalo selama ini saya banyaksalah sama kalian, saya harap kita semua bisa naik kelas dg nilai baik an memuaskan, mari kita berdoa buat kemudahan kita nggarap tes besok. Berdoa…mulai…. 3 minutes after it…selesai. Sekian dari saya,”

gayanya formal bgt, plus kemayu2 gimana gitu. Kelas kami emang telanjur menyandang predikat kelas banci. Kata Bu Michel, dari dulu smape sekarang selalu ada cowo kemayu di kelas x2. Dan tahun ini latiplah yang menyabet gelar itu. Semoga tahun depan ada lagi yang meneruskan title itu. Hahah,

sambutan brikutnya dari bu RT kita, Ipud. Walopun dengan sedikit pemaksaan, akhirnya dia mau maju juga. Tapi sambutannya kilat bgt. Pokoe cepet.

Sambutan2 berikutnya dari Nico, yang kemaren digosipkan mati ketabrak oleh teman sebangkunya, Willy. Gossip ini menyebar cepat ke seantero sekolah. Sampe our headmaster n guru2 lain pada ikut dapet sms duka ini. Tapi tak lama berselang, paling Cuma 20menit sejak kabar duka menyebar, kabar lain datang. “nico masi idup, dia masi sehat…” sontak semua orang pada ribut. Ini kabar yang bener mana? Akupun awalnya tdk percaya. Tapi adikku sebelumnya sudah bermimpi Nico mati, jadi kabar ini seolah benar. Namun ternyata tidak. Tiwas nangis….sia2 air mataku keluar. Esoknya si Nico n Willy dilabrak anak kelas 2 IPS n dihukum Pak Ahsan. Disuruh ngepel “kolam” di depan mesjid. Itu loh….lapangan basket yang jadi kubangan air ujan.

Sambutan2 lain ga begitu penting. Ada Rafly yang sering konser nyanyi di kelas. Ada Aremas yang aneh n hobi kepleset. Ada juga Hisan, yang paling lebay n sempet mbuat note di FB tentang kelas coro.

Rasanya haru, sedih, deg2an, n aneh bgt pas mereka2 bicara di depan kelas. Ada yang minta maap uda usil selama ini, ada yang doa biar smua naik, ada yang pesen biar kita tetep jaga ukhuwah, jgn smpe lupa sama kebersamaan coro setahun ini…hikz…T_T.

I will miss them all.

Pokoe rasane campur aduk jadi satu n sulit diungkapkan. Apalagi pas Latipeh minta kita salam2an, saling minta maap sama temen2 sekelas sambil solawatan. Huaaa….pecahlah sudah air mata yang sedari tadi ditahan2. Tapi, niat hati pingin nangis saking terharunya, malah mataku ini Cuma berubah merah, tanpa air mata sedikitpun. Ipud, Arindi, Fajar n lain2nya juga pada nangis. Yang paling banter Cuma Hisan. Orangnya emang gampang tersentuh n sensitive. Bukan gw bgt….

Di luar dugaan yang cowo pada memerah mukanya. Pun dengan matanya. Hahah,
Setelah puas berpelukan, bermaapan, n nangis bareng2 (kita semua emang lebay gila!) kita poto2 lagi. Yang cewe duluan….jejer2 di blakang kelas. Ada yang naik ke undakan kayu yang biasanya ditaruh depan kelas buat ancik2 pas nulis di whiteboard. Baru 2 hari yll undakan itu jebol. Dipake jengklitan Arindi n Nyak DKK. Emang ganas anak2 coro….ada yang duduk di kursi, ada yang senggol2an rebutan tempat biar mukanya nampang jelas, ada juga yang bergaya lebay.

Awalnya emang Cuma cewenya yang ikut, tapi lama2 cowonya ikut nimbrung. Jadilah kita foto rame2 sekelas. Kamera dipegang Fitria dari x1. Gelem2e disuru moto action gajelas kita, padahal ga dibayar. Tapi io gakpapa, thx ya Fit…

Kepanasan n sumpeknya di kelas membuat kami pindah lokasi ke luar kelas. Di tangga tempat kita konkow2 biasanya. Ya, tangga milik kita. Tangga kita yang ujungnya digembok, cos itu jalan menuju lantai 4, alias atap sekolah yang dulu sempat memakan korban. Seorang guru olahraga yang ternyata kakanya Bu Rianti, meninggal pas ngajar anak2nya di lantai 4. Berdarah2 menabrak lingiran alias pagar pembatas. Tapi keangkerannya kini tak lagi terasa. Ahad kemarin kita masih olahraga di sana. Roll depan blakang, skipping, push up, de el el. Dari jam 5.30 sampe 6.30. dAri lante 4 ini kita bisa liat punggung gunung slamet yang kokoh menyangga langit pagi hari. Dengan semburat merah kekuningan menyeruak ke seantero cakrawala. Indah. Di tangga inilah kita mejeng, tepe2, curhat, rasan2, n leluasa melihat aktivitas anak kelas lain di sepanjang koridor lante 3. Bebas mengamati hiruk pikuk elas x3 sampe x9 yang rada tersembunyi.

Di luar kelas masih banyak anak2 lain yang keheranan melihat tingkah banci2 kamera dari klas coro. Peduli amat….tetap takkan bisa menghentikan aktivitas narsis kita smua. Hahaa…

Yang paling keren adalah, habis lelah berfoto, kita nyanyi mars kelas. Keren kan? Mpe punya mars kelas jg. Haha, sebenere itu Cuma lagu yang booming akhir2 ini di kalangan coro. Berikut liriknya. Masing2 baris harus dinyanyikan dg nada lagu aslinya. Yok nyanyi…

“Aku seorang kapiten, mempunyai pedang panjang, kalo berjalan pro prok….
Plok ame ame belalang kupu2, siang makan nasi kalo malam minum susu….
Susu saya susu bendera….
Bendera merah putih…
Putih2 melati ALIbaba…
Merah2 deLima pinokio…”


Kenapa huruf Li itu aku blok? Karena emang itulah tujuan lagunya. Mo ngece Yusman (ali) Effendi.

Ada lagu lain yang aku lupa liriknya, pokoe akhir2nya gini

“….Karna kita KARNO mania….”


Tau ndiri, wali kelas kita adalah Bp.SUKARNO alias Pak eMol alias Babe. Pas nyanyi ini kameranya dalam mode video. Jadi direkam. Haha….yakin pasti suara koor kita bergema sampe kantor guru di lante 1. Wong pada nabuhi meja aja guru2 uda pada denger, apalagi ini, koor orang sekelas. 40 anak urun suara, plus extra suara lagi buat kata “Li”. Haha…

Fhew, what a beautiful moment. What an expensive time. What a….

Sudahlah, akn kusimpan kenangan ini di dlm hatiku. Kalian kelas paling oke, paling solid, paling rame, paling gayeng, n paling aneh!

I lov yu all pren…

Aku ikhlas melepas ‘dia’ pergi dari hatiku, tapi takkan kubiarkan kalian lepas dari hatiku. Tidak sedikitpun. Karena persahabatan tak mudah didapatkan. Karena persahabatan lebih indah daripada mencintai seorang laki2.
Karena kalianlah, coro2…..

ini gambar pas perpisahan sama Mba Dwitya, mba2 PPL dari UMS yang ngambil nile praktek dari kelas kita....



ini pas makan bareng di Mbok Yus. habis TIK di multimed, anak2 menyandera kantin Mbok Yus. just for coro.



ini pas mbikin lukisan abstrak awal tahun kmren, buat tempelan kelas. gambar ini skarang ada di blakang kelas coro.



ini dewan direksi mading coro. tengah tahun ajaran. liat mading karya kita....



ini di Balekambang. ahad 23 mei kmren. sayang aku ga ikut...



hehei, ini mas2 coro...



Bu Sugi ikut nampang....pak Karnonya mana nih...



hm...no comment waelah....



eh ada akunya...



ada gabriel sang ketua RT n Ipud (bu RT qt) yang nampang di depan ndiri...



hm....foto lain nunggu kiriman file dari sang empunya kamera perpisahan kelas,
Gabriel. kpn2 tak edit lg....

5/13/2010

seoul atw solo?

I’m curious about the tomorrow that can’t know
Even if there is hard and harsh work, I can endure it to not be shy
Yes~! Feel the world full of hope
Yes~! Towards that high future over there
S.E.O.U.L. Call it with me, the beautiful world that makes my dreams come true
The place where joy overflows wherever I go~ I love you~
S.E.O.U.L. Shout it with me, the happiness that can laugh
Anywhere~~ We make a world where everything becomes one
When you start to fear the day and when you get tired
Everyone gathers strength and spreads their dream’s wings
...

One of my favorite lyric from SUJU’s song….hhaha…get my spirit up. Don’t you think so?

Sayangnya Cuma 1. Kenapa mesti seoul? Mbok solo aja….ato gawok getoo, tanah kelahiranku, tumpah darahku, cintaku…halah lebay.

Lirik di atas cuma bagian reff n coda. Yang intro n laine masi ada tapi kedawan kalo ditulis disini. N sbenere lagunya pake Korean language, itu tadi terjemahannya….

4/16/2010

kebudayaan silat tua Minangkabau

nih copy-an inti makalahku, tugas sosiologiku mengenai nilai n norma sosial.
apa coba hubungane sama sejarah?

check it out...

Silat Tua minang adalah aliran silat yang dianggap paling tua yang turun dari daerah Pariangan, Padang Panjang. Silat tua sendiri biasanya terlihat ringan seperti menari, namun mematikan. Silat ini hampir sama dengan Kung Fu. Jenis silat ini tidak banyak membuat gerakan langkah dan tidak pernah membuka serangan lebih dulu.

Jadi pada awalnya ilmu persilatan di Minangkabau ini mengajarkan pada anak Sasiannya (murid) untuk tidak memulai perkelahian dan keributan. Hal ini membuat mereka menghindari berbuat onar.

Prinsip pokok silat ini adalah, tangkis jurus satu, serang jurus dua, satu balas satu.

Tangkis jurus satu mempunyai makna, bahwa tugas utama setiap anak sasian atau pesilat adalah menghindarkan perkelahian. Sedangkan Serang jurus dua mempunyai makna bila musuh datang setelah melakukan penyerangan, kita baru boleh menyerang balik. Tidak pernah diberi pelajaran bagaimana caranya membuka serangan. Tetapi pelajaran selalu dimulai dari cara "menggelek". Yaitu menghindarkan perkelahian. Setelah serangan musuh ditangkis, baru menyerang. Satu balas satu maksudnya, membalas serangan lawan tak lebih dari jumlah serangan yang diberikan sebelumnya.

Ada berbagai pendapat mengenai asal usul silat ini, diantaranya:

^Dikembangkan oleh Tuanku Nan Tuo, salah seorang anggota Harimau Nan Salapan atau golongan paderi. Jika pendapat ini diterima, maka "Silat Tuo" di Minangkabau terinspirasi dari gerakan binatang seperti harimau, buaya dan kucing.

^Ninik Datuk Suri Diraja (1097-1198), orang tua yang dalam ilmunya di berbagai bidang kehidupan social, ahli filsafat dan negarawan kerajaan di masa itu, pertama kalinya membangun dasar-dasar adat Minangkabau; berupa tarian, silat tua, dan alat music, yang kemudian disempurnakan oleh Datuk Nan Baduo, (dikenal dengan Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang.)

^Pendakwah islam dari Persia yang pertama mengenalkan islam di ranah Minang merisaukan dunia Minang yang penuh kekerasan, lalu mereka meminta petunjuk Allah agar dapat menumpas kekerasan dan kejahatan di masa itu. Akhirnya mereka mendapat ilmu silat secara ladunni (langsung datang seperti ilham dari allah). Ilmu itulah yang kemudian dikenal sebagai asal mula silat tua Minang.

Kebudayaan yang kini makin luntur ini berawal ketika seorang anak lelaki di daerah Minangkabau yang telah baligh diwajibkan tinggal di surau untuk belajar agama, memasak, dan silat. Mereka berguru kepada imam yang telah pandai dan mahir silat. Inilah yang menempa mental lelaki MInang. Penanaman agama yang keras menjadikan jiwanya matang dan latihan silat membuat fisiknya kuat. Mereka selalu haus dengan tantangan baru. Berbekal pedoman Al-Qur’an, satu persatu lelaki Minang mulai merantau ke segenap penjuru dunia. Maka tak heran hampir selalu ada orang Minang kemanapun kita pergi, layaknya orang Madura.

Silat di Ranah Minang dipercaya merupakan anak kata dari silaturrahmi. Yaitu Sebagai media untuk saling mengenal lebih dekat dengan sesamanya, menumbuhkan rasa toleransi yang tinggi, dan alat untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan bagi pemuda.

Acara terbesar pada masa itu adalah digelarnya alek silek, ajang silaturrahim yang dihadiri petinggi silat dari seluruh penjuru Sumatra Barat. Namun pada acara itu tak ada istilah salam-salaman layaknya kita orang jawa, yang ada ialah para pendekar saling mempertontonkan kehebatan jurus silatnya. Pada akhir acara, 2 pendekar yang paling disegani tampil di pangggung dengan telunjuk terhunus pada jarak jauh. Mereka saling menyerang dengan gemulai, tak tampak seperti sedang bertarung. Namun hasil dari pertempuran itu sungguh mengagumkan. Panggung yang semula kokoh dan indah, roboh seketika karena terkena libasan jurus-jurus mereka.

Berikut ini beberapa contoh jurus yang popular pada masa itu;

1.Pidareh : sejenis genggaman tangan yang unik, yang dapat menembus organ dalam tubuh lawan dan menimbulkan luka dalam yang cukup berbahaya.

2.Buayo lalok : tendangan bertubi-tubi ke arah rusuk lawan dengan posisi tangan bertumpu di lantai.

3.Sterlak : tumbukan bertubi-tubi dari jarak dekat yang mematikan.

4.Kunci belut putih : jurus mengunci tubuh lawan. Makin kuat lawannya meronta, makin kuat kuncinya.

5.Ulu ambek : jurus dengan jari-jari menotok jantung dan begian tubuh penting lainnya. Biasanya menjadi pamungkas perhelatan silat. Jurus ini hanya dikuasai pendekar yang benar-benar mahir.

Pada masa itu, banyak perguruan silat yang berdiri. Dan menjadi guru silat berarti harus siap tempur karena budaya “menggagar sasaran” masih berkembang di tengah masyarakat Minang. Menggagar sasaran adalah proses menjatuhkan nama perguruan silat lain dengan cara mengalahkan guru silatnya. Hal ini mengajarkan para guru untuk selalu meningkatkan kemampuan dirinya dan perguruan yang diasuhnya. Jiwa mereka senantiasa berkembang dan makin mahir hari demi hari.

Yang paling ironis dari kebudayaan asli Indonesia ini adalah, perguruan silat Minang dalam negeri terus berkurang. Sementara perguruan di luar negeri makin berkembang dengan jumlah murid lebih dari 20.000 orang. Jika hal ini terus terjadi, dikhawatirkan beberapa tahun kedepan budaya ini akan punah, apalagi pendekar Sumatra Barat yang tersisa tinggal 70 orang. Padahal banyak diantara mereka yang telah uzur.

global warming

Daun daun terdiam dalam bisu
Tiada sehelai anginpun Berkenan memberiku semilirnya
Bahkan ranting ranting yang bergemeretuk Kepanasan memohon sejuknya,
Tak sanggup memaksa angin keluar Dari kungkungan panas mentari
Kutatap awan
Bergeser pelan seirama langkah bekicot yang Malas malasan keluar dari cangkang
Kutanya angin
Kau sanggup menarik awan besar Tapi tak sudi mendorong dedaun kecil
Kuprotes sang surya
Kenapa kau panas sekali Sampai sampai angin terbakar habis
Kuingin minta pada ibu
Beri aku kipas angin
Tanganku pegel mengipas badanku,
Kepanasan kehausan keringetan,
Tapi aku tak berani
Suara sederat tulisan dari internet Menjawab tanyaku
“global warming membuat bumi makin panas. Kita manusia yang telah tega Membakar tameng bumi Dan mengundang mentari Membakar Tanah kita.”
Kubatin dalam hati “benar juga…”

veryhotday 231009

3/16/2010

my mind

Hy, it’s me again…

Beberapa hari ini aku bingung memikirkan masalah JATIDIRI. Banyak yang bilang masa remaja itu masa pencarian jati diri. Alih2 menjelaskan apa itu jatidiri, semua orang yg bilang itu Cuma berkata sampai situ. Titik. Selanjutnya, mereka akan bilang bhw proses pencarian itu harus tetap sesuai agama dan pencaran itu akan menentukan kepribadian dan hidup kita kelak. Kenapa mereka tak pernah mengatakan apa itu jatidiri? Lantas apa yang harus kulakukan untuk mencari jatidiriku>? Aku tak pernah merasa mencari jati diri. Aku tak pernah pusing mencari2 siapa aku ini sebenarnya. Tapi aku pusing memikirkan arti dan makna sesungguhnya dari jatidiri. In my mind, this is me, it’s me, my self is here. So where should I go to find my jatidiri? Inilah aku. Aku yang seperti ini, yang berasal dari keluarga yang _yah begitulah adanya_, aku yang kini sekolah di tempat yg enak, n aku2 yg lain.

1 lagi yg jadi bahan pikiranku. Mau kemana hidup ini akan kubawa? Mau jadi apa aku nanti? Aku bahkan masih bingung _banget_ soal hidupku kedepan.

1 lagi yg jadi bahan pikiran. Beberapa hari lalu temanku mengirimiku sms.

“semua usaha yg mereka lakukan adalah sia2, yaitu mereka yg melanggar perjanjian dg Allah stlh perjanjian itu teguh. Mereka itulah orang2 yang merugi” kurang lebih begitulah. Lalu kutanyakan lebih lanjut karena _jujur_ aku gak mudeng2 meski tak bolan baleni berkali kali. Intinya, orang2 yg melanggar perjanjian dg allah akan sia2 semua perbuatan n amalannya. Mereka itu menjadi orang yang merugi karena semua amalannya sia2 belaka.

Now, the problem is, how can I know if aku udh melanggar itu tanpa kusadari? Bagaimana aku tahu bahwa semua amalanku diterima? Setelah kupikir2 maka ketangkeplah jawabannya yg sdari tadi mubeng2 di pojokan otakku. Aku harus lebih hati2 dalam berbuat. Harus memikirkan resiko n kaitannya dg dosa n pahala.

Tapi another question up onto my head. Kita ini manusia yang sering berbuat salah dan lebih sering lagi tidak menyadarinya, so what should I do? Mk kuputuskan sudah. Aku kini sering berdoa pada allah di sela2 sujud panjang sholat zuhurku di sekolah _yg emang sui bgt sholate_ agar aku terus dibimbing, agar aku tetap mendapat naungan hidayah,riho, dan petunjukNYA. Agar aku tidak termasuk dalam orang yang merugi I’d mentioned above. Agar doa dalam namaku trkabul juga. Arina sabila haq, tunjukilah kami jalan yang benar. Kadang aku juga berdoa padaNYA biar Dia mengirimkan angin segar saat sholat, karena mesjid sekolah yang meski luas n tinggi itu tetap saja terasa pwanas bangiiit. Hhaha. Siapa tau dikabulkan juga? Toh sering dating angin setelah permohonan itu selesai kukatakan dalam hati.

Kini aku lebih percaya akan kekuasaan allah. Aku makin percaya bahwa jika kita memohon padaNYa mk akan dikabulkan, entah itu sesaat setelah kita selesai berdoa atau 10 tahun yang akan dating.

Entah kenapa hidupku terasA aneh. Seakan aku dikejar2 bayangan dosa yang telah lalu dan mimpi hidupku di masa dating. Apa ini yang disebut pencarian jatidiri?

Malam makin larut. Sepi merayap naik ke ranjang kayu di tepi kamarku. Dingin mengalun merdu saat kututup layar axioo yang kini padam. Tapi semua pikiran itu tak henti2nya meramaikan lorong2 otakku yang kini muai terasa berat. Allah, beri aku jawaban atas semua itu,,,biar tenang melingkupi batinku.