ibu,
rasanya baru kemarin kau gendong aku dalam dekapan baju wisuda dan toga yang masih lekat di kepalamu, tapi itu sudah lebih dari 10 tahun yang lalu.
ibu,
layaknya baru kemarin kau gandeng tanganku, saat tanganmu yg lain menggendong adikku melewati kerumunan orang di stasiun, tapi itu sudah dulu saat aku baru 2 tahun, saat kita pulang ke Jombang.
ibu,
kudengar baru kemarin kau membangunkanku dg sibakan tirai jendela dan membiarkan mentari menyusupkan sinarnya menyentuh tanganku, tapi itu sudah dulu saat aku masih kelas 1 di MI.
ibu,
kuingat baru kemarin kau shalat di masjid dengan aku di sampingmu, cuma berdiri dan ikut2 rukuk-sujud. tapi itu sudah dulu, saat aku masih belajar shalat.
ibu,
kuyakin baru kemarin kau mengajariku membuat ketupat bersama simbah kakung, tapi aku tak pernah bisa selesai menjalinkan janur menjadi ketupat yang apik, tapi itu sudah dulu saat aku minta diajari membuat ketupat,
ibu,
banyak hal yang kurasakan baru terjadi kemarin,
padahal semuanya sudah terjadi selama rentang waktu 15 tahun 7 bulan hidupku,
kini saat kau makin dekat dengan waktu senja,
kini saat kau sudah jadi ibu 42 tahun,
aku belum juga bisa membuatmu bahagia...
aku belum lagi mampu membuatmu ridho padaku...
***
aku kehabisan kata-kata bu'....
sudah banyak molekul air yang siap tumpah dari mataku....
forgive me if i've made you miserable for these whole time...
saengil cukkahae, hepi milad buat ibu'...
17juni2010, 21;09.
i cant afford you anything, cos i'm getting hardly bokek...T_T
Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts
6/16/2010
4/16/2010
global warming
Daun daun terdiam dalam bisu
Tiada sehelai anginpun Berkenan memberiku semilirnya
Bahkan ranting ranting yang bergemeretuk Kepanasan memohon sejuknya,
Tak sanggup memaksa angin keluar Dari kungkungan panas mentari
Kutatap awan
Bergeser pelan seirama langkah bekicot yang Malas malasan keluar dari cangkang
Kutanya angin
Kau sanggup menarik awan besar Tapi tak sudi mendorong dedaun kecil
Kuprotes sang surya
Kenapa kau panas sekali Sampai sampai angin terbakar habis
Kuingin minta pada ibu
Beri aku kipas angin
Tanganku pegel mengipas badanku,
Kepanasan kehausan keringetan,
Tapi aku tak berani
Suara sederat tulisan dari internet Menjawab tanyaku
“global warming membuat bumi makin panas. Kita manusia yang telah tega Membakar tameng bumi Dan mengundang mentari Membakar Tanah kita.”
Kubatin dalam hati “benar juga…”
veryhotday 231009
Tiada sehelai anginpun Berkenan memberiku semilirnya
Bahkan ranting ranting yang bergemeretuk Kepanasan memohon sejuknya,
Tak sanggup memaksa angin keluar Dari kungkungan panas mentari
Kutatap awan
Bergeser pelan seirama langkah bekicot yang Malas malasan keluar dari cangkang
Kutanya angin
Kau sanggup menarik awan besar Tapi tak sudi mendorong dedaun kecil
Kuprotes sang surya
Kenapa kau panas sekali Sampai sampai angin terbakar habis
Kuingin minta pada ibu
Beri aku kipas angin
Tanganku pegel mengipas badanku,
Kepanasan kehausan keringetan,
Tapi aku tak berani
Suara sederat tulisan dari internet Menjawab tanyaku
“global warming membuat bumi makin panas. Kita manusia yang telah tega Membakar tameng bumi Dan mengundang mentari Membakar Tanah kita.”
Kubatin dalam hati “benar juga…”
veryhotday 231009
7/03/2009
poem
lulusan
saat hari itu tiba
aku memandang mereka
mata mata teduh mereka
1 isyarat terlayang jelas
saat bayang bayang beda terentang panjang
di depan mata
aku akan kehilangan mereka
sahabat sahabat terbaik
yang senyumnya mampu mengubah suasana dunia
hanya 5 huruf ter-bold
yang keluar bersama kenangan indah & bahagia
memperjelas rentang beda itu
_LULUS_
alhamdulillah aq lulus man...!!! wakakak....
thanks allah, for all of your gift...
saat hari itu tiba
aku memandang mereka
mata mata teduh mereka
1 isyarat terlayang jelas
saat bayang bayang beda terentang panjang
di depan mata
aku akan kehilangan mereka
sahabat sahabat terbaik
yang senyumnya mampu mengubah suasana dunia
hanya 5 huruf ter-bold
yang keluar bersama kenangan indah & bahagia
memperjelas rentang beda itu
_LULUS_
alhamdulillah aq lulus man...!!! wakakak....
thanks allah, for all of your gift...
7/02/2009
poem
dilema
desir waktu bawakan aku semilir cinta dari yang terkasih di luar sana
berselimut sinar bulan dan kerlipan bintang2 yang takkan padam
hati ini serasa berpijar saat awan awan tiupkan angin malamnya
berarak pelan seirama detak hati yang berbunga bunga
saat yang terkasih di luar sana memberiku segenggam cinta
namun kenyataan ini tak seindah kisahnya
kebahagiaan yang ada tak seperti olok olok mereka
1 hal indah itu tak sepenuhnya membuatku bahagia
kini belaian malam mengokohkan kesendiriaku
meski kutau ada cinta yang menunggu hadirku
tuhan, beri kekuatan untuk hati rapuh ini...
T_T
desir waktu bawakan aku semilir cinta dari yang terkasih di luar sana
berselimut sinar bulan dan kerlipan bintang2 yang takkan padam
hati ini serasa berpijar saat awan awan tiupkan angin malamnya
berarak pelan seirama detak hati yang berbunga bunga
saat yang terkasih di luar sana memberiku segenggam cinta
namun kenyataan ini tak seindah kisahnya
kebahagiaan yang ada tak seperti olok olok mereka
1 hal indah itu tak sepenuhnya membuatku bahagia
kini belaian malam mengokohkan kesendiriaku
meski kutau ada cinta yang menunggu hadirku
tuhan, beri kekuatan untuk hati rapuh ini...
T_T
6/19/2009
poem
...mimpi...
gelap
gelap
gelap
aku tak ingat apa apa
tiba tiba saja aku melihat aku
aku yang bergerak2, menggapai2
melawan arus deras hitam & abu abu
mencari permukaan untuk menghirup udara kenyataan
aku terpana melihat aku yang hanya diam
aku menjerit, tapi yang keluar hanya suara kesunyian
aku ingin lari, pergi dari orang2 aneh yang bergerak bebas di sampingku,
tapi aku hanya diam
aku cuma melihat aku yang mengikuti dengan pasrah
gelombang drama maya yang memusingkan
hingga sesuatu menarikku paksa
kembali ke dunia pagi hari
yang bertabur silau mentari
-aku bermimpi-
gelap
gelap
aku tak ingat apa apa
tiba tiba saja aku melihat aku
aku yang bergerak2, menggapai2
melawan arus deras hitam & abu abu
mencari permukaan untuk menghirup udara kenyataan
aku terpana melihat aku yang hanya diam
aku menjerit, tapi yang keluar hanya suara kesunyian
aku ingin lari, pergi dari orang2 aneh yang bergerak bebas di sampingku,
tapi aku hanya diam
aku cuma melihat aku yang mengikuti dengan pasrah
gelombang drama maya yang memusingkan
hingga sesuatu menarikku paksa
kembali ke dunia pagi hari
yang bertabur silau mentari
-aku bermimpi-
5/22/2009
poem
perjalanan mencari makna
aku terdiam di awal alinea
angin tepian mendorongku ke tengah
melewati kata demi kata
dan menyusuri baris berima
setelah lelah
mataku bertanya
kenapa aku tak bertemu dengan sang makna?
padahal titik dan koma koma
telah lelah mengeja kata kata?
aku terdiam di awal alinea
angin tepian mendorongku ke tengah
melewati kata demi kata
dan menyusuri baris berima
setelah lelah
mataku bertanya
kenapa aku tak bertemu dengan sang makna?
padahal titik dan koma koma
telah lelah mengeja kata kata?
Subscribe to:
Posts (Atom)