4/28/2012

kenapa suju?


Akhir-akhir ini tivi Indonesia penuh liputan SuperJunior :0 Cuma gara-gara suju menggelar supershow4 mereka disini. Tak Cuma acara gossip pagi-siang-sore, bahkan sampai acara berita sejenis reportase siang dan seputar Indonesiapun ikut-ikut meliput suju. Metro TV yang beritanya dalem2 aja sampe ngundang Bens Leo dan beberapa fans suju untuk wawancara dengan tagline “semua demi Kpop”
Ini fakta yang aneh, menurutku.
Emang bener suju itu artis. Emang bener mereka fenomenal. Emang bener konser mereka melibatkan lebih dari tigapuluh ribu penonton. Tapi ya nggak segitunya dong, semua stasiun tivi repot-repot mengulas mereka tiap pagi-siang-sore-malam :o mereka tidak cukup keren untuk menjadi sebuah berita siang, mengalahkan Angelina Sondakh dan kasus maut Tugu Tani. Masih banyak hal lain yang layak jadi berita kan? Gimana perkembangan kasus perkosaan rame-rame geng motor, kasus perampokan/pembunuhan yang hampir tiap hari terjadi, itu semua berita yang seharusnya bisa lebih dapet perhatian. Bukan sujuu =,=
Kalo Cuma ratusan fans yang nunggu dari pagi di bandara, nginep di depan loket penjualan tiket, menghabiskan banyak uang untuk nonton konser suju, itu semua hal yang biasa dilakukan baik oleh Kpop-ers maupun fans berat artis manapun.
Untuk mereka yang islam, tidakkah seharusnya mereka labih sayang uang mereka? Daripada buat suju, seharusnya uang segitu banyak (tiket termurahnya 500ribu) bisa buat kurban sapi atau sedekah buat orang lain yang lebih kekurangan. Bukannya melarang nonton konser loh, tapi aku menyoroti mereka yang hidupnya pas-pasan aja, dibela-belain nabung sejak setahun sebelumnya buat beli tiket konser suju yang gak murah. Belum lagi segala pernak-pernik konser macam lifestick, poster, kaos, dlsb yang lumayan menguras kocek. Buat fans yang punya uang berlebih sih ya silakan aja, it’s oke.
Untuk mereka yang islam (lagi), tidakkah seharusnya mereka lebih sayang waktu mereka? Antri tiket seharian itu mau gak mau pasti membuat mereka melalaikan waktu sholat kan? Belum lagi kalo mereka udah masuk gedung konser sejak siang hari (padahal konsernya malem), mereka mau sholat dimana? Kapan? Mau dijamak? Kalo datang dari luar Jakarta sih boleh dijamak, tapi kalo orang Jakarta nonton konser di Jakarta juga, ya gak boleh lah sholatnya dijamak.
Aku juga fans suju, aku punya hampir 150 lagu mereka di playlist hape. Dari album pertama sampe terakhir, dari lagu solo personelnya sampai ost drama yang mereka nyanyiin, dari lagu duet sesama anggota suju sampe duet dengan penyanyi lain. I absolutely belong to their fan.
Tapi menjadi ELF tidak lantas membuat aku ingin menonton konser mereka kok. Uang untuk suju yang segitu banyak bisa menjadi lebih berguna jika digunakan semestinya. Kalau aku masuk surga nanti, aku bisa minta Allah untuk menghadirkan anggota suju atau artis manapun yang aku suka, kan?

4/21/2012

me again


Heheey annyong blogger world!
I’m back! hohoho after I have been trapped with such exam things for a while
Wanna guess what I did after the exam done?
Aku baca inii 
http://www.goodreads.com/book/show/13232499-sunshine-becomes-you

A book of Ilana Tan, Sunshine Becomes You.
She didn’t made a happy ending, but still, this book was good. As other Ilana’s book, you  can easily forgot the setting just because of the main character’s dialog, or somewhat they were thinking.
Interested to know much about this book? Go find some review from google, then. I’m not going to  write it here.


I stay wondered why the writer didn’t give any personal data just like other book writers did. She must be so happy being a mysterious one.

2/05/2012

say goodbye

a goodbye pic to you all, bloggers. i'm hiatus from blogging now. bye :)

kalau tryout UN/SNMPTN aja kamu belum lulus, apa kamu yakin bakal lulus snmptn beneran?
kalo ngerjain tryout aja masih setengah hati, apa kamu yakin pas snmptn nanti gak mbrebes mili menyesali kesetengahan hatimu dulu?
ayolah rin,
waktumu tak banyak lagi!
masa simulasi snmptn cuma celelekan? dapet 30? 34? kalo kamu mau belajar kamu bisa dapet lebih!


*totally frustated by the lazy side of meT_T

12/18/2011

photograph#2

no editing except for my name in the corner. i do like this photograph. taken on 091111.
karena ada yg tanya ini dipakein apa biar jadi formasi kaya gitu, saya jwb jujur aja: it formed naturally. tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga. dari Allah aja kali (?)

12/05/2011

for you, friend


Have you ever felt somehow ilfil with someone you always respect him/her before?
Have you?
That’s what I feel just now.

I warn you first: you will understand nothing from this post. Unless you really know the matter. But Im sure you will know only a few.

***
Untuk temanku, yang baru kembali, yang entah kini bagaimana kabarnya, yang mungkin masih menutup diri, kau tak selayaknya berbuat demikian hanya karena hal-hal semacam itu.

Kalau kau merasa kamu malang, kamu menderita, kamu tersakiti, kenapa kau tidak coba melihat orang lain yang mungkin lebih tersakiti?
Kalau kamu tidak terima dengan kondisi orangtuamu yang terlalu menuntut, cuek, atau apalah, check this story out!

Alkisah, hidup 2 bersaudara yang tanpa mereka tahu apa alasannya, tuhan memberi mereka orangtua yang tidak pernah memperhatikan mereka. Sang ibu, ratu dugem yang hobi minum. Sahabatnya setiap hari hanyalah rokok dan kehidupan malam. Statusnya sebagai guru tak membuatnya malu dengan kebiasaannya merokok dan minum. Tak jauh berbeda, sang ayah adalah penjahat wanita kelas kucing. Tak pernah pulang, tak pernah peduli apakah anaknya masih punya makanan untuk mengisi perut.

Kalau orang bilang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, adakalanya mereka salah.

2 bersaudara ini Cuma punya nenek renta yang mengurus hidup mereka tiap harinya. Dengan uang pas-pasan, sang nenek mampu menyekolahkan mereka, hingga ke universitas. Saudara yang lebih tua menambah penghasilan dengan menjadi penyiar radio dan memandu acara di beberapa hajatan. Saudara yang lebih muda, menjadi dokter pada akhirnya, dan menikah dengan pria mapan.

Kalau kau mau tahu, teman,
they 2 sisters have more reason to be stressed, and do some bad things just like you’ve done some times ago.
Mereka mungkin saja mengikuti jejak orangtua mereka. Menjadi wong ra nggenah, raceto. Tapi tidak. Mereka tetap hidup sebagaimana seharusnya mereka hidup. Bahkan jika ayah ibu mereka tetap di jalan mereka masing-masing, 2 bersaudara ini tak akan peduli. 

***
Kalau kau tidak terima dengan saudaramu yang tidak pengertian, tidak mau peduli tentang kesibukanmu dan Cuma mementingkan dirinya, contoh: papermu deadline tanggal X, laptopmu nyaris rusak, tetapi adikmu malah menyabotase laptop itu untuk main game, sementara papermu belum juga selesai. Check these story out!

Alkisah, hidup seorang anak perempuan dengan adiknya yang punya kebutuhan khusus. Perhatian khusus, kesabaran khusus. Suatu hari, si anak perempuan pulang dari sekolah, meletakkan tasnya di kamar, dan pergi mengambil makan di dapur. Saat dia kembali ke kamar, dia mendapati catatan pelajarannya di sekolah telah berubah bentuk menjadi serpihan kecil bercampur liur adiknya. Jijik, marah, kesal, semua bercampur menjadi satu.

Suatu pagi, si anak perempuan terbangun dari tidurnya karena bau menyengat dari pojok kamarnya. Saat matanya telah benar-benar terbuka, dia akhirnya tahu bahwa bau itu berasal dari feses adiknya yang telah tersebar rata di dinding kamar. Si adik Cuma terduduk diam, masih khusyuk memainkan mainan barunya. Celananya teronggok begitu saja di dekatnya.

Beberapa waktu berlalu. Si anak perempuan pergi beberapa hari dari rumah untuk suatu kepentingan. Saat dia kembali, si adik telah membakar kasur tempatnya tidur, hingga membuat lubang besar disana. Si anak perempuan akhirnya terpaksa tidur dengan serpihan abu dan kain yang terbakar, karena dia tak punya kasur lain.

Bukankah adikmu tidak sampai membakar kasurmu, teman?
Adikmu tidak menyebarkan fesesnya ke lantai dan dinding kamar kan?
Kau pun tak harus mengelap dan membersihkan dinding rumahmu dari feses adikmu. Kalau kau mau tahu teman, aku bahkan telah mulai terbiasa melakukan itu semua!

Adikmu hanya merebut laptop untuk bermain games! 

***
Kalau kau masih tidak terima dengan itu semua,
cobalah lihat orang lain yang tak punya rumah. Kau punya rumah yang hangat, dengan orang-orang yang menyayangimu dalam rumah itu. Mereka berlomba dengan panasnya cahaya matahari saat siang, dan mencari tempat sembunyi dari hujan dan dingin saat malam dating. Di kolong jembatan, di emperan toko, di pojok pasar. 

Kau? Kau malah pergi dari rumahmu yang hangat, manantang udara dingin dengan sombongnya. Berbekal tekad bahwa kau akan tetap baik-baik saja. Sayangnya tuhan masih menyayangimu, teman. Dia masih membiarkanmu selamat, dan bahkan pulang lagi ke rumahmu yang hangat. Tanpa tersentuh tangan-tangan jahat preman dan gali. Tanpa terjadi hal-hal menyedihkan yang mungkin membahayakan dirimu. 

Setelah bisa kembali ke rumah dengan selamat, kau masih tak mau bicara dengan orangtuamu. Melihat wajah merekapun kau muak. 

Kau tak ingat pernah mendapat satu pelajaran dari guru tafsirmu?
Bahwa kita hanya berasal dari sesuatu yang menjijikkan milik kaum adam, sesuatu yang tak berharga, tak bernilai. Ibarat ingus, siapa yang mau menerima ingus orang lain? Tak ada! Hanya seperti itulah gambaran kita sebelum menjadi remaja sekarang. Kau ibarat ingus saja. Masih berani sombong dengan menolak orangtua yang telah membuat kita lahir ke dunia? Yang membesarkan kita hingga akhirnya menjadi remaja sekarang.

Kalau orangtuamu terlalu galak, penuntut, sadarlah teman, mereka sebenarnya melakukan itu untuk kebaikanmu sendiri juga. Mereka Cuma ingin kau nantinya jadi orang, yang mapan, yang berhasil. 

***
Terlalu banyak yang ingin kukatakan, teman. Aku bahkan ingin menamparmu langsung, membuka matamu bahwa kau bukanlah pihak yang sepenuhnya pantas disebut sebagai korban!

Lihatlah orang lain yang lebih malang, lebih bermasalah di luar sana. Kau yang kukenal bukanlah kau yang seperti ini. Kau yang kukenal adalah kau yang kuat, berwawasan luas dan cerdas. Kau yang kukenal tak akan stress hanya dengan masalah KECIL semacam itu.

***
Satu hal lagi teman, kalau kau heran melihat aku menangis sampai tak bisa berkata-kata saat bertemu denganmu, ketahuilah bahwa aku TIDAK menangisimu. Aku menangis untuk aku sendiri. Betapa Allah masih sangat menyayangiku dengan memberiku kesabaran ekstra untuk menghadapi hal-hal yang jauh lebih parah daripada masalahmu. Aku sepenuhnya bersyukur atas apa yang telah terjadi padaku selama ini, karena semuanya ternyata membuatku sedikit lebih berpikir rasional daripada engkau. Aku bersyukur aku punya seseorang, seorang ibu yang membuatku perpikir lebih dulu sebelum melakukan hal-hal buruk sepertimu, seperti kabur dari rumah.