4/19/2014

a reunion

alhamdulillah, subhanallah ^^
akhirnya saya ingat email beserta password untuk masuk blogger. haai blog buluk sayaa :D apa kabaar?

lupa password dan sempat kehilangan semangat untuk menulis lagi, akhirnya beberapa waktu lalu saya pakai tumblr. dan aktif di sana.

kapan-kapan deh, saya main blogger lagi.

oh, kelupaan. ternyata setelah saya melongok lagi blog saya ini, saya sadar saya alay. hahaha. remaja labil. tapi biarin deh. semua orang pernah jadi remaja labil kan ya. sekarang yang penting memperbaiki diri terus, biar nggak selamanya jadi remaja labil. ingat umur T--T mau kepala dua. mau masuk semester lima.

ciao

12/15/2012

tumblr? yeah!

it feels like years ago since my last update.
yeah !
i've moved to tumblr and becomes more active there :) alamatnya rahasia :P
tapi masih tetep kadang buka blogger kok buat liat kabar orang-orang, baca entri keren dari mbak itu, mas ini, dek anu, temen sma yang itu, dll.

10/01/2012

bolos yuk!

aaah nanti kewarganegaraan males banget
hooh jam 2 siang kuliah ga jelas gitu
...
mbolos yuuk
O,o rin, yakin?
aaah mbolos wae, si XX itu udah berkali-kali bolos juga gapapa kook :O
...


beberapa larik di atas adalah dialog yang kini makin sering terdengar. rencana bolos kuliah. YEAH! jangan ditiru.
baru jadi mahasiswa 2 bulanan wae malesnya mulai keluar. 

tetapi akhirnya semua omong besar soal bolos-membolos itupun tak pernah terlaksana juga, meski ujung-ujungnya nanti di ruang kuliah hanya tidur atau ngorek-orek buku, atau kalau pas lagi rajin ya buka kumpulan soal blok. opsi terakhir adalah yang paling jarang dilakukan. hohahaha just do whatever you could do, sambil terus berdoa agar sang dosen tersayang cepat pulang. 


hm,
once again, jangan ditiru!

9/05/2012

the illiterate of the future will not be them who can not read, it will be them who does not know how to LEARN.

"yang tidak berpendidikan bukanlah mereka yang buta huruf, tetapi mereka yang tidak tahu caranya belajar"

belajar itu, tahu mana yang seharusnya dipelajari, tahu mana yang harus disingkirkan lantaran ada ilmu baru yang lebih relevan, dan tahu mana yang harus dipelajari ulang.

jenius itu, adalah saat dimana kita berpikir kreatif dan berbeda, melihat persoalan dari sisi lain yang tidak biasa dipikirkan orang lain. jenius itu, bukan saat kita melakukan apa yang telah terdoktrin dalam kepala.
dunia jadi begini maju karena ada orang-orang yang menemukan teori baru, karena mereka berpikir out of the box :)

yah, setidaknya inilah yang bisa diambil dari kuliah siang tentang filsafat ilmu.
persepsi awal bahwa kuliah ini bakalan ngantuk dan boring, ternyata tidak terbukti! whoaa

8/31/2012

being a med.student-->FIRST DAY CLASS

hal yang telat kusadari setelah kelar ospek adalah: kuliah. HAHAHA

aku benar-benar lupa kalo kuliah di kedokteran tidak mungkin mudah.
and now im heading that hard part. yeah, kuliah.

hari pertama dan kedua kuliah, cuma sosialisasi dan pengarahan sistem pembelajaran, simulasi, dan penjelasan-penjelasan. sehari pertama sampe sore, hari kedua sampe zuhur. dapet snack, lumayan. ohya, total anak kedokteran tahun ini ada 240an, dibagi jadi 2 kelas besar, jadi masing-masing kelas isinya 120an anak. bayangin ajaa jumlah segitu banyaknya tiap kuliaah. UNS benar-benar irit.

hari ketiga, kuliah entah apa aku lupa sama kuliah pengantar anatomi yang WOW banget. dosennya sepuh, ngomongnya cepet, slide powerpoint juga cepet banget, dan beliau langsung pake kombinasi bahasa latin-indonesia. standar anatomi. cuma mau nyebut punggung aja gaboleh dibilang punggung. pokonya pake bahasa anatomi!

hari keempat, kuliah fisiologi tapi dosennya ga dateng dan masuk lab anatomi. tempat ini selalu membawa aura berbeda deh rasanya. horor, suram, bau formalin. jadi inget pertama masuk pas OSMARU dulu, langsung diajak salaman sama sebelah tangan cadaver yang dingin-keriput-basah. lalu ketemu kepala yang dibelah lateral *eeak bahasa anatomi mulai muncul dan kepala yang tempurung atasnya ga ada. ada juga dada dan usus yang mesti diangkat dan dibolak-balik, lalu cadaver utuh yang musti disingkap selimutnya. hoooah oke lupakan. itu duluu. sekarang yang ada adalaah semua bagian tubuh selain badan utuh dipajang di kotak kaca di sekeliling ruangan lab. jadi kuliah di lab anatomi berarti dikelilingi potongan tubuh manusia asli.

hari kelima, kuliah fisiologi dan masuk lab anatomi lagi, sudah dengan materi berbeda. kalo malam sebelum hari keempatnya belajar skeleton trunci, buat malam kelima adalah ekstremitas superior yang terasa jauh lebih mudah. belajar disini maksudnya adalah memahami maksud nama perbagian tulang yang tiap berpindah setengah senti aja udah beda namanya,dan menghafal sekaligus. iyalah ngapalin, kalo ga sekalian mau ngapalin kapan lagi? seminggu stelah ini udah ada responsi alias ujian. kalo gini caranya, bisa-bisa aku mencalonkan diri jadi asisten lab anatomi nih, biar lebih cepet paham dan ga gampang lupa.


beberapa hal yang membuat kuliah pertama sulit adalah,
satu, menyesuaikan diri dengan istilah bahasa latin yang segunung banyaknya. jadi mesti sering buka kamus Dorland yang tebelnya sekilan tangan T-T baynngin meen sekilan tangan!
dua, menyesuaikan diri dengan kewajiban datang 30 menit sebelum kuliah mulai. buat apa? ngantri di depan pintu ruang kuliah/lab. biar dapet tempat duduk depan.
tiga, belajar buat bisa belajar cepet. ga mau buka buku anatomi sobotta semalaman kan? jadi harus pinter-pinter memahami dan menghafal sobotta mulai sekarang.
empat, adalah masalah yang klise sebenarnya. mix and match baju! HAHAHA ga penting sih tapi urgent. kebiasaan pake seragam jaman SMA, membuat kita ga biasa cari baju buat kuliah. sekarang jadi bingung tipa pagi, mau pake apa. repotnya di kedokteran adalah gaboleh pake kaos, jins *meski akuu gapunya jins dan sering banget pake rok panjang. mau ga mau jadi cewek nih aku :0 heeuh selama ini punya rok ya cuma rok seragam SMA.

okee sekian dan terimakasih. bukannya pamer atau apa, hanya ingin kenangan hari-hari pertama kuliah ini tetap ada. suatu saat nanti aku pasti akan lupa.



8/16/2012

beberes

beberapa hari lalu aku memaksakan diri buat mbongkar lemari buku di kamar kosong pojokan rumah. berantakan banget :O maklum tradisi akhir-akhir puasa gini, kalo ada di rumah isinya cuma bersih-bersih dan beres-beres.
ditemukan diantara buku-buku, inilah klungsungan ula a.k.a kulit ular. kalo ada kulit ular, berarti ada ular yang kemaren numpang bertapa buat ganti kulit di kamar itu.
kebaca gak? ini gambar Sir Henry Dunant sang bapak palang merah yang aku temu di buku bahasa Indonesia kelas 3 SD. ini awal mula aku tahu nama dia. sampai aku ikut ekskul PMR SMA, aku masih hapal di luar kepala siapa dia plus riwayat lengkapnya.

ini sumbernyaa. tempat dimana Henry Dunant berada. bisa-bisanya buku hampir 9 tahun lalu masih ada di lemari -,-

aah ini lebih parah! buku jaman aku TK kenapa masih ada jugaa >,<

8/06/2012

it's over!

taken some months ago, we're on a TPA event

konflik internal antara gue dan ibu kemaren, yang terjadi hampir selama 2 hari cuma gara-gara miskomunikasi, akhirnya kelaar :D *hembuskan napas lega


masalahnya gampang sebenernya.
cuma gara-gara ibu adalah tipe orang yg gabisa diem dan mesti sering-sering komunikasi sama orang lain, sedangkan aku, mewarisi sifat bapak yang terlalu diem. so when i kept my mouth closed, she expected i was getting resentful to her. padahal aku diem karena ga ada bahan omongan wae -__-

8/02/2012

me unemployed --a

well, that's a good entry tittle.

libur kelewat lama bener-bener bikin bingung. bingung mau ngapain aja.


pas ibu dan adek-adek mulai sekolah, gue cuma ditinggal di rumah sendiriaan.
melongo, buka internet, nyasar kemana-mana :o
rutinitas ibu-ibu sebangsa nyuci baju, njemur, nyuci piring, nyapu, ngepel, nyetrika, bahkan udah mulai bosan gue jalani.

aaargh >,<

i need help. give me some choices to do!

selain belanja ke pasar and ngantar jemput 2 adek gue, ke SLB sama ke TK, atau nganter simbah-wherever she wants- there's no other reason to get away from house.

penyakit males dalam diri ini udah keterlaluan :(
i've planned some things to kill the time, or at least made me still productive. but hell yeah there're just few things i've done.

oya, pernah sih berkali-kali searching, cari ebook atau apalah buat kuliah besok. tapi link-link download ebook itu banyak yang removed. sekalinya ketemu link buat sobotta yang kalo beli di toko buku harganya 1,5jutaan, ternyata filenya gedhe sangaaat T-T ada 4 part, per partnya rata-rata 95megabyte. huaah.


that's all for now.
thanks.

7/09/2012

a bow

i saw a violin bag in my auntie's room some days ago,

and i've just known that a violin bow is not composed from a single string just a minute after i touched it.
it is composed of a synthetic fibers or, if some of you prefer the better-sound and high-priced one, it is composed of horse tail hair. take a look!


ini postingan yg ga penting sih *emang kapaan aku mosting yg penting-penting*.
cuma biar jadi reminder aja kalo persangkaanku selama ini ternyata salah :p

7/05/2012

buka usaha itu...

punya temen yang mulai buka usaha itu rasanya so somehow *english apaan nih?*

ada seorang teman, teman sekelas di kelas spuluh dulu. a few days ago he messaged me. kurang lebihnya gini nih
"hey riin njikuk ijasah e kudu sesog toh?"
"heeh, ngapa?"
"hm, aku ra isoh tekaa ki koyoe, gek durung njenguk si A neng dr.Oen. piee,,"
"hla ngapa?"
"repot ki aku, ngesatke, nyortir, nimbang, bayaran :D" 
*ini aneh, tampaknya dia mumet karena gabisa ambil ijasah tapi kok ada smiley lebar gitu, dan akhirnya aku ingat kalau dia sudah jadi juragan lele  -,-*
"eaa eaa bakul lele panen. bagi bagi kie,"
"laba bersihe gur 290ribu riin perbulan. wis kerja keras kwi. ra sebanding."
*dia bilang tigaratusribu sebulan itu dikit karena sehari berhari raya aja duitnya bisa nambah sejuta lebih*

ada lagi seorang teman sejak SMP yang ga pernah sekelas, hari ini sms aku juga, promosi.
"bakso bakar blablabla sekarang buka di sriwedari. tersedia rasa barbeque, pedas, manis, dan lain lain. pedasnya bikin nangis! ayo beli 10 gratis 1!"
"opo ikii? promosi? gek lucu tenan ene rasa barbeque :D"
"dituku rin, ora gur dikomen -,-"
"hahaha"
"dadi penyalur ye rin? aku nyetok bakso, bumbu, bakaran, spanduk e juga. laba lumayan gede. cepet lakune, ki aku ket jam 4 sampe magrib wae 50an tusuk habis. pie?"
*aku lantas berpikir bagaimana jadinya kalo aku sampe jualan bakso bakar. seru kali ya. hahahaa. but no. its not my interest. sms nya berlanjut panjaang lebar sampe kemana mana, ga perlu ditulis semua. ohye, dia beberapa minggu lalu juga pernah mengabari kalau dia menginvestasikan uangnya ke usaha kertas dan lapangan futsal. wewew*


itu baru sedikit contoh dari banyak lainnya yang memulai usaha sejak masih sekolah.

they're great! ya kan?
sedangkan aku? ngapain ajaa?


ah it hurts me!

SARIAWAN itu sakit. bener2 sakit.

kalo banyak orang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, aku bilang lebih baik sakit hati daripada sariawan!

bayangin ajaa sariawan tiga minggu lebih dengan ukuran 1x0,5 cm di bibir. tambah lagi muncul di bawah lidah dg diamater 0,5 cm. huaaah tuhaan ambil aku sekarang _ _"

kalo sakit hati kan makan juga tetep enak, tidur tetep enak, ngomong enak, nangis enak. 
hla ini? 
makan aja msti miring-miringin muka biar ga nyenggol lubang di dalam hati di bibir. 
kena udara aja sakitnya minta mati. kena air apalagi. kena makan tambah paraah.
gara-gara sariawan makan jadi lelet. bahkan pas aku opname gara2 tipes pun makanku ga sampe selelet ini karena menu rumah sakitnya enak banget.

oke rin, too much curhatnya.


dari kejadian 3minggu itu akhirnya aku menyadari beberapa hal:

1. emang bener kalo sehat itu nikmat yg tiada bandingannya. pantes kita disuruh bersyukur pas masih sehat. kalo pas sakit trus sadar akan nikmat sehat itu ya mesti bersyukur juga dong, artinya masih diberi petunjuk and pemahaman sama Allah.

2. sabar itu penting! kalo sakit kan jadi bad mood tuh, pingin marah terus. jadi, mesti sabar-sabar nahan emosi :)




that's all for now. 
keep healthy! keep happy!

5/26/2012

me today

biasanya aku membiarkan apa yang ingin kutulis mengendap di otak saja, lalu beberapa hari kemudian menguap begitu saja dan terlupakan.

hari yang sama tiga tahun yang lalu, aku sudah lupa bagaimana rasanya.
tapi hari ini aku tidak ingin melupakannya.
---
satu kalimat dari ibu saat itu, "bahasa inggrise ra pati apik, rapopo ya?"
langsung kucari dimana bahasa inggrisku, dan disanalah dia, hanya 86.
untuk ukuran ibuku, aku tahu angka itu tidak seharusnya berada di situ.
untuk ukuran ibuku, aku harusnya bisa dapat lebih.
my mom is an english teacher! she did know that i love english.
that's just what im thinking.
---
maafkan aku, buk :(
fisikaku juga cuma tujuh, kimia tak beda jauh.
i did studied hard for both of them, tapi hasilnya begitu2 aja. remidi sepanjang tahun, and in the end, it just seems to be the same.
---
aku menangis selama perjalanan pulang,
nyetang dewean, ngelap umbel dewean, sengguk2 dewean,,,
what a fool i am :()
---
tapi pak muhtar bilang, beberapa menit sebelum hasilnya keluar tadi, kalau UAN itu bukan antara hidup dan mati. bukan seperti perang badar atau uhud.
UAN bagus disyukuri, UAN jelek ya disyukuri. toh masih tetep lulus.
yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya.
toh masih ada SNMPTN yang harus kita perjuangkan.
jangan biarkan UAN melunturkan semangatmu!
---
hapus air matamu rin, kalau kali ini kamu kecewa, SNMPTN nanti kamu harus bahagia!



4/28/2012

kenapa suju?


Akhir-akhir ini tivi Indonesia penuh liputan SuperJunior :0 Cuma gara-gara suju menggelar supershow4 mereka disini. Tak Cuma acara gossip pagi-siang-sore, bahkan sampai acara berita sejenis reportase siang dan seputar Indonesiapun ikut-ikut meliput suju. Metro TV yang beritanya dalem2 aja sampe ngundang Bens Leo dan beberapa fans suju untuk wawancara dengan tagline “semua demi Kpop”
Ini fakta yang aneh, menurutku.
Emang bener suju itu artis. Emang bener mereka fenomenal. Emang bener konser mereka melibatkan lebih dari tigapuluh ribu penonton. Tapi ya nggak segitunya dong, semua stasiun tivi repot-repot mengulas mereka tiap pagi-siang-sore-malam :o mereka tidak cukup keren untuk menjadi sebuah berita siang, mengalahkan Angelina Sondakh dan kasus maut Tugu Tani. Masih banyak hal lain yang layak jadi berita kan? Gimana perkembangan kasus perkosaan rame-rame geng motor, kasus perampokan/pembunuhan yang hampir tiap hari terjadi, itu semua berita yang seharusnya bisa lebih dapet perhatian. Bukan sujuu =,=
Kalo Cuma ratusan fans yang nunggu dari pagi di bandara, nginep di depan loket penjualan tiket, menghabiskan banyak uang untuk nonton konser suju, itu semua hal yang biasa dilakukan baik oleh Kpop-ers maupun fans berat artis manapun.
Untuk mereka yang islam, tidakkah seharusnya mereka labih sayang uang mereka? Daripada buat suju, seharusnya uang segitu banyak (tiket termurahnya 500ribu) bisa buat kurban sapi atau sedekah buat orang lain yang lebih kekurangan. Bukannya melarang nonton konser loh, tapi aku menyoroti mereka yang hidupnya pas-pasan aja, dibela-belain nabung sejak setahun sebelumnya buat beli tiket konser suju yang gak murah. Belum lagi segala pernak-pernik konser macam lifestick, poster, kaos, dlsb yang lumayan menguras kocek. Buat fans yang punya uang berlebih sih ya silakan aja, it’s oke.
Untuk mereka yang islam (lagi), tidakkah seharusnya mereka lebih sayang waktu mereka? Antri tiket seharian itu mau gak mau pasti membuat mereka melalaikan waktu sholat kan? Belum lagi kalo mereka udah masuk gedung konser sejak siang hari (padahal konsernya malem), mereka mau sholat dimana? Kapan? Mau dijamak? Kalo datang dari luar Jakarta sih boleh dijamak, tapi kalo orang Jakarta nonton konser di Jakarta juga, ya gak boleh lah sholatnya dijamak.
Aku juga fans suju, aku punya hampir 150 lagu mereka di playlist hape. Dari album pertama sampe terakhir, dari lagu solo personelnya sampai ost drama yang mereka nyanyiin, dari lagu duet sesama anggota suju sampe duet dengan penyanyi lain. I absolutely belong to their fan.
Tapi menjadi ELF tidak lantas membuat aku ingin menonton konser mereka kok. Uang untuk suju yang segitu banyak bisa menjadi lebih berguna jika digunakan semestinya. Kalau aku masuk surga nanti, aku bisa minta Allah untuk menghadirkan anggota suju atau artis manapun yang aku suka, kan?

4/21/2012

me again


Heheey annyong blogger world!
I’m back! hohoho after I have been trapped with such exam things for a while
Wanna guess what I did after the exam done?
Aku baca inii 
http://www.goodreads.com/book/show/13232499-sunshine-becomes-you

A book of Ilana Tan, Sunshine Becomes You.
She didn’t made a happy ending, but still, this book was good. As other Ilana’s book, you  can easily forgot the setting just because of the main character’s dialog, or somewhat they were thinking.
Interested to know much about this book? Go find some review from google, then. I’m not going to  write it here.


I stay wondered why the writer didn’t give any personal data just like other book writers did. She must be so happy being a mysterious one.

2/05/2012

say goodbye

a goodbye pic to you all, bloggers. i'm hiatus from blogging now. bye :)

kalau tryout UN/SNMPTN aja kamu belum lulus, apa kamu yakin bakal lulus snmptn beneran?
kalo ngerjain tryout aja masih setengah hati, apa kamu yakin pas snmptn nanti gak mbrebes mili menyesali kesetengahan hatimu dulu?
ayolah rin,
waktumu tak banyak lagi!
masa simulasi snmptn cuma celelekan? dapet 30? 34? kalo kamu mau belajar kamu bisa dapet lebih!


*totally frustated by the lazy side of meT_T

12/18/2011

photograph#2

no editing except for my name in the corner. i do like this photograph. taken on 091111.
karena ada yg tanya ini dipakein apa biar jadi formasi kaya gitu, saya jwb jujur aja: it formed naturally. tanpa ada paksaan dari pihak manapun juga. dari Allah aja kali (?)

12/05/2011

for you, friend


Have you ever felt somehow ilfil with someone you always respect him/her before?
Have you?
That’s what I feel just now.

I warn you first: you will understand nothing from this post. Unless you really know the matter. But Im sure you will know only a few.

***
Untuk temanku, yang baru kembali, yang entah kini bagaimana kabarnya, yang mungkin masih menutup diri, kau tak selayaknya berbuat demikian hanya karena hal-hal semacam itu.

Kalau kau merasa kamu malang, kamu menderita, kamu tersakiti, kenapa kau tidak coba melihat orang lain yang mungkin lebih tersakiti?
Kalau kamu tidak terima dengan kondisi orangtuamu yang terlalu menuntut, cuek, atau apalah, check this story out!

Alkisah, hidup 2 bersaudara yang tanpa mereka tahu apa alasannya, tuhan memberi mereka orangtua yang tidak pernah memperhatikan mereka. Sang ibu, ratu dugem yang hobi minum. Sahabatnya setiap hari hanyalah rokok dan kehidupan malam. Statusnya sebagai guru tak membuatnya malu dengan kebiasaannya merokok dan minum. Tak jauh berbeda, sang ayah adalah penjahat wanita kelas kucing. Tak pernah pulang, tak pernah peduli apakah anaknya masih punya makanan untuk mengisi perut.

Kalau orang bilang buah jatuh tak jauh dari pohonnya, adakalanya mereka salah.

2 bersaudara ini Cuma punya nenek renta yang mengurus hidup mereka tiap harinya. Dengan uang pas-pasan, sang nenek mampu menyekolahkan mereka, hingga ke universitas. Saudara yang lebih tua menambah penghasilan dengan menjadi penyiar radio dan memandu acara di beberapa hajatan. Saudara yang lebih muda, menjadi dokter pada akhirnya, dan menikah dengan pria mapan.

Kalau kau mau tahu, teman,
they 2 sisters have more reason to be stressed, and do some bad things just like you’ve done some times ago.
Mereka mungkin saja mengikuti jejak orangtua mereka. Menjadi wong ra nggenah, raceto. Tapi tidak. Mereka tetap hidup sebagaimana seharusnya mereka hidup. Bahkan jika ayah ibu mereka tetap di jalan mereka masing-masing, 2 bersaudara ini tak akan peduli. 

***
Kalau kau tidak terima dengan saudaramu yang tidak pengertian, tidak mau peduli tentang kesibukanmu dan Cuma mementingkan dirinya, contoh: papermu deadline tanggal X, laptopmu nyaris rusak, tetapi adikmu malah menyabotase laptop itu untuk main game, sementara papermu belum juga selesai. Check these story out!

Alkisah, hidup seorang anak perempuan dengan adiknya yang punya kebutuhan khusus. Perhatian khusus, kesabaran khusus. Suatu hari, si anak perempuan pulang dari sekolah, meletakkan tasnya di kamar, dan pergi mengambil makan di dapur. Saat dia kembali ke kamar, dia mendapati catatan pelajarannya di sekolah telah berubah bentuk menjadi serpihan kecil bercampur liur adiknya. Jijik, marah, kesal, semua bercampur menjadi satu.

Suatu pagi, si anak perempuan terbangun dari tidurnya karena bau menyengat dari pojok kamarnya. Saat matanya telah benar-benar terbuka, dia akhirnya tahu bahwa bau itu berasal dari feses adiknya yang telah tersebar rata di dinding kamar. Si adik Cuma terduduk diam, masih khusyuk memainkan mainan barunya. Celananya teronggok begitu saja di dekatnya.

Beberapa waktu berlalu. Si anak perempuan pergi beberapa hari dari rumah untuk suatu kepentingan. Saat dia kembali, si adik telah membakar kasur tempatnya tidur, hingga membuat lubang besar disana. Si anak perempuan akhirnya terpaksa tidur dengan serpihan abu dan kain yang terbakar, karena dia tak punya kasur lain.

Bukankah adikmu tidak sampai membakar kasurmu, teman?
Adikmu tidak menyebarkan fesesnya ke lantai dan dinding kamar kan?
Kau pun tak harus mengelap dan membersihkan dinding rumahmu dari feses adikmu. Kalau kau mau tahu teman, aku bahkan telah mulai terbiasa melakukan itu semua!

Adikmu hanya merebut laptop untuk bermain games! 

***
Kalau kau masih tidak terima dengan itu semua,
cobalah lihat orang lain yang tak punya rumah. Kau punya rumah yang hangat, dengan orang-orang yang menyayangimu dalam rumah itu. Mereka berlomba dengan panasnya cahaya matahari saat siang, dan mencari tempat sembunyi dari hujan dan dingin saat malam dating. Di kolong jembatan, di emperan toko, di pojok pasar. 

Kau? Kau malah pergi dari rumahmu yang hangat, manantang udara dingin dengan sombongnya. Berbekal tekad bahwa kau akan tetap baik-baik saja. Sayangnya tuhan masih menyayangimu, teman. Dia masih membiarkanmu selamat, dan bahkan pulang lagi ke rumahmu yang hangat. Tanpa tersentuh tangan-tangan jahat preman dan gali. Tanpa terjadi hal-hal menyedihkan yang mungkin membahayakan dirimu. 

Setelah bisa kembali ke rumah dengan selamat, kau masih tak mau bicara dengan orangtuamu. Melihat wajah merekapun kau muak. 

Kau tak ingat pernah mendapat satu pelajaran dari guru tafsirmu?
Bahwa kita hanya berasal dari sesuatu yang menjijikkan milik kaum adam, sesuatu yang tak berharga, tak bernilai. Ibarat ingus, siapa yang mau menerima ingus orang lain? Tak ada! Hanya seperti itulah gambaran kita sebelum menjadi remaja sekarang. Kau ibarat ingus saja. Masih berani sombong dengan menolak orangtua yang telah membuat kita lahir ke dunia? Yang membesarkan kita hingga akhirnya menjadi remaja sekarang.

Kalau orangtuamu terlalu galak, penuntut, sadarlah teman, mereka sebenarnya melakukan itu untuk kebaikanmu sendiri juga. Mereka Cuma ingin kau nantinya jadi orang, yang mapan, yang berhasil. 

***
Terlalu banyak yang ingin kukatakan, teman. Aku bahkan ingin menamparmu langsung, membuka matamu bahwa kau bukanlah pihak yang sepenuhnya pantas disebut sebagai korban!

Lihatlah orang lain yang lebih malang, lebih bermasalah di luar sana. Kau yang kukenal bukanlah kau yang seperti ini. Kau yang kukenal adalah kau yang kuat, berwawasan luas dan cerdas. Kau yang kukenal tak akan stress hanya dengan masalah KECIL semacam itu.

***
Satu hal lagi teman, kalau kau heran melihat aku menangis sampai tak bisa berkata-kata saat bertemu denganmu, ketahuilah bahwa aku TIDAK menangisimu. Aku menangis untuk aku sendiri. Betapa Allah masih sangat menyayangiku dengan memberiku kesabaran ekstra untuk menghadapi hal-hal yang jauh lebih parah daripada masalahmu. Aku sepenuhnya bersyukur atas apa yang telah terjadi padaku selama ini, karena semuanya ternyata membuatku sedikit lebih berpikir rasional daripada engkau. Aku bersyukur aku punya seseorang, seorang ibu yang membuatku perpikir lebih dulu sebelum melakukan hal-hal buruk sepertimu, seperti kabur dari rumah.

11/12/2011

silly me

nyesek...


saat kamu sudah lama tak melihat sesorang, dan dia tiba-tiba ada di depan matamu, terjangkau oleh inderamu, tapi kamu tidak menyadari kehadirannya sama sekali T_T hanya karena kamu buru2 mengejar bimbel.

aaa how could it be?!

11/11/2011

memo

In memoriam, Ibu Rahmi Prih Utami.
Guru sejarah kelas satu dan tiga yang cantik banget,
yang sepatu merah marunnya sekempling sepatu ibuku tiap baruaja kusemir sampe pegel,
yang murah senyum, tapi agak pelit kalo urusan nilai,
yang selalu punya sorot mata teduh, ayem, and somehow full of sincere. Or it’s just my opinion?

Aku bahkan masih ingat baju apa yang beliau kenakan hari Kamis tanggal 3 november lalu pas beliau masih ngajar kami. Atasan coklat susu-krem lembut yang entah itu bahannya sutra atau satin, plus jilbab krem dengan bordir bunga warna-warni di belakangnya. Entah kenapa aku selalu suka melihat ibu-ibu dengan rancangan jilbab-atasan-rok yang longgar tapi pas di badan. Looks so eyecatching and beautiful~

Stop nglanturnya riin!

Beliau wafat hari ini, kamis 10 november 2011. Setelah operasi angkat Rahim yang telah dilaksanakan sekitar sehari dua hari sebelumnya dinyatakan sukses, keadaannya mulai membaik. Sayang setelahnya kritis dan masuk ICU. And then it just happened.

Banyak yang meragukan berita wafatnya beliau. Selain beritanya hanya lewat sms berantai yang tak jelas kapan takziyahnya, hal ini memang tak pernah diduga sebelumnya. Beliau masih ngajar murid-muridnya seperti biasa sebelum masuk rumah sakit!

Kalau kata tetanggaku dan hampir semua orang lainnya, itulah nasib. Itulah takdir. Itu sudah kehendak dari Yang Tak Bernyawa. We can do nothing. Even when we’ve tried everything we can. Garis finishnya pasti sama.

Yang membuatku lebih berpikir dan lebih sedih adalah, perasaan anaknya yang masih seumuran denganku. Teman lama di SMP, namanya Inggita. Anaknya mungil, putih, cantik. Persis seperti ibunya. And I do liked her name from the first time I knew her. Inggita, Inggita, Inggita. Namanya bagus ^^

Aku belajar satu hal lagi dari peristiwa ini, yaitu bahwa Allah teramat sangat menyayangi aku dan keluargaku dengan masih mengijinkan kami hidup dengan sosok ibu di samping kami.

Ibu juga menjalani operasi angkat Rahim karena kista yang parah saat aku kelas 1 SMA *atau 3 SMP? Ah Lupaa*. Aku masih ingat ibuku sudah hampir satu setengah tahun mengalami pendarahan, tapi nekat tak mau operasi. Sedangkan Bu Rahmi?
Aku masih ingat jadwal menunggui ibu adalah saat bulan ramadhan, dan itu masih hari sekolah. Aku masih ingat hari-hari sibuk dimana sepulang sekolah aku harus segera mengurus adik paling kecil, dan sorenya ke PKU menjaga ibu. Sampai pagi datang aku baru pulang dan masih harus sekolah lagi. Hari-hari tanpa ibu adalah beraat T_T apalagi pas puasa.

Semoga Inggita dan keluarganya tetap kuat menghadapi hari-hari setelah kepergian beliau.
Semoga Allah menempatkan Bu Rahmi -guruku yang cantik, guruku yang baik- di tempat yang layak. *Aku masih tak rela beliau pergi secepat ini.*

Aamiin,